You're Here : Home Repository Tradisi Lisan Nandong Simeulue: Pendekatan

Tradisi Lisan Nandong Simeulue: Pendekatan Antropolinguistik


Download File : Tradisi Lisan Nandong Simeulue (Pendekatan Antropolinguistik.pdf

Tanggal Post : 17/06/2019

Nandong Simeulue (NS) adalah tradisi lisan dalam masyarakat Simeulue berupa pantun dan puisi yang mengandung nasehat-nasehat dan cerita-cerita. Untuk menganalisis tradisi lisan NS, digunakan pendekatan antropolinguistik yang merupakan interdisipliner antara bahasa dan perilaku (praktik) berbicara. Dengan menggunakan parameter antropolinguistik yaitu keterhubungan, kebernilaian dan keberlanjutan, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan performansi NS, mengevaluasi kandungan tradisi lisan NS, dan menemukan model revitalisasinya agar NS dapat dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus. Metode yang digunakan adalah metode etnografi yang dikemukakan oleh Spradley. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Sumber data primer berupa rekaman nandong, hasil wawancara dan hasil observasi. Sumber data sekunder berupa teks-teks pantun secara tertulis dan buku-buku yang memuat informasi nandong.. Temuan performansi berupa bentuk praktik berbicara yang mencakup struktur teks NS, tahapan performansi NS, komponen performer dan fungsi tuturan teks NS. Temuan pada kandungan NS menjelaskan makna, fungsi, nilai, dan norma yang terdapat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi NS merupakan performansi nasehat yang terdiri ungkapan persuasif dan naratif. Ekspresi persuasif mencakup kalimat imperatif, ajakan dan sindiran sedangkan ekspresi naratif terdiri dari kalimat-kalimat deklaratif. Konteks performansi terdiri dari situasi formal, non-formal, dan impromptu. Formula performansi dalam acara formal tersiri dari seramo, nandong pembuka, nandong isi, nandong penutup dan seramo sedangkan dalam situasi non-formal dilakukan secara spontan. Komponen performer bisa terdiri dari kelompok besar, kelompok kecil dan solo. Makna NS dalam masyarakat Simeulue adalah nasehat dan memiliki fungsi sebagai “alarm”/pengingat tentang tata cara menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama. Nilai-nilai yang terkandung dalam NS adalah nilai hormat-menghormati, menghargai, sportifitas, tanggung jawab, dan tangguh (survive).  Norma- norma yang terdapat dalam NS mengikuti tiga aturan yang telah ditetapkan sejak dahulu yaitu: Tullah, Mahkamah dan Tunah. Selanjutnya, model revitalisasi terdiri dari dua yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Untuk program jangka pendek, mengaktifkan kembali kelompok (sanggar) nandong agar dapat tetap eksis/bertahan untuk pengelolaan jangka panjang. Selanjutnya untuk program jangka panjang, NS akan di dokumentasikan secara audio-video, diarsipkan (archive) dalam bentuk digital, buku, dan  kamus agar dapat bertahan dan dipelajari oleh generasi muda dan seterusnya.

Cover :